Wisata Kuliner di Setu Babakan, Makan Apa Yaaaa…?

Wisata Kuliner di Setu Babakan
Wisata Kuliner di Setu Babakan

Kuliner khas Betawi sekarang agak sulit ditemukan. Tapi kalau jeli dan rajin “ngulik”, pasti ketemu, kok. Salah satu lokasi yang punya banyak koleksi kuliner Betawi adalah Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Sejak zaman dulu daerah sekitar Setu Babakan memang perkampungan Betawi. Penduduknya pun secara konsisten memertahankan budaya Betawi dalam bentuk rumah, dialek, seni tari, seni musik, dan seni drama. Mereka juga tetap memertahankan cara hidup khas Betawi, seperti memancing, bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas Betawi. Makanya Setu Babakan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Betawi.

Kalau mau masuk ke sini, tidak perlu beli tiket. Cuma, kalau bawa kendaraan pribadi, ya, kena biaya parkir. Rp.5.000,- untuk mobil dan Rp.2.000,- untuk motor.

Mau naik kendaraan umum? Bisa. Naik Kopaja S616 jurusan Blok M – Cipedak atau naik angkot biru D128 jurusan Depok – Warung Sila. Nanti turun di depan gerbang masuk Si Pitung, terus jalan kaki sampai ke Setu Babakan, sambil menikmati suasana kampung.

Begitu sampai, langsung, deh, mulai berburu makanan! Berikut beberapa yang Taranaki rekomendasikan.

Gabus Pucung

Ikan gabus merupakan ikan air tawar yang mirip dengan lele, hanya saja ia tidak memiliki sungut. Bedanya dengan lele, gabus sulit diternakkan. Jadi, pasokannya hanya mengandalkan tangkapan dari sungai. Kalau pucung? Itu keluwek.

Gabus pucung ini masakan berkuah yang penampakannya mirip rawon, masakan khas Jawa Timur. Hanya saja, rasanya lebih pedas. Saat disajikan juga tidak memakai tauge, melainkan irisan wortel, kol, daun bawang, dan buncis. Harga seporsi gabus pucung antara 20 – 50 ribu.

Laksa Betawi

Dari semua kuliner Betawi, laksa mungkin yang paling mewakili kebudayaan Betawi. Laksa adalah makanan berjenis mi yang diberi bumbu khas masakan peranakan. Dalam laksa Betawi ada gabungan elemen Tiongkok dan Melayu. Laksa Betawi lazimnya berisi ketupat, telur rebus, tauge pendek, daun kemangi, dan kucai. Sementara kuahnya dibuat dari kunyit, lengkuas, sereh, daun salam, daun jeruk, jahe, jintan, lada, temu kunci, serta dua kilogram udang rebon. Semua bumbu dihaluskan dengan lumpang lalu ditumis dan dicampur dengan santan cair. Tapi ada juga yang menambahkan semur, biar rasanya lebih legit. Harga seporsinya antara 15 – 25 ribu.

Dodol Betawi

Menurut sejarah, dodol Betawi hanya disajikan saat hajatan besar, seperti pesta perkawinan, selamatan rumah, atau Lebaran. Dodol Betawi juga identik dengan gengsi. Hanya orang kaya Betawi yang mampu menyajikan dodol Betawi, karena untuk membuatnya butuh tempat memasak khusus. Wajannya harus besar dan saat pembuatan juga butuh tenaga besar, karena tidak boleh berhenti diaduk. Kualitas bahan bakunya juga harus diperhatikan.

Beda dengan dodol kebanyakan, dodol Betawi tidak lengket di mulut. Aroma gula merahnya kuat karena memang lebih banyak campuran gula merah dibanding gula pasir. Harga dodol Betawi bervariasi, sesuai besarnya. Antara 15 – 100 ribu, deh.

Bir dan Kopi Pletok

Konon, asal usul bir pletok adalah: zaman penjajahan dulu, orang Betawi sering melihat orang Belanda pesta sambil minum wine. Mereka pengen nyoba, cuma karena mengandung alkohol jadi tidak jadi. Akhirnya, dibuatlah imitasinya, yaitu minuman yang berasal dari rebusan jahe, gula, sari bunga selasih, secang, cabai jawa, kapol, akar-akaran, gula merah, dan gula pasir. Warnanya merah kecoklatan seperti wine. Lucunya, karena orang Betawi kala itu tahunya kalau minuman beralkohol namanya bir, maka wine juga dikira bir. Makanya, minuman yang mereka ciptakan akhirnya disebut bir. Sementara nama pletok sendiri berasal dari bunyi penutup botol wine kalau dibuka. Belakangan keluar lagi modifikasi “keluarga” pletok, yaitu kopi pletok. Tidak jauh beda dengan bir pletok, kopi ini juga dicampur dengan rempah-rempah. Soal rasa, sebenarnya juga tidak terlalu beda. Cuma mungkin kopi pletok lebih mirip bajigur.

Harganya? Bir Pletok antara 20 – 25 ribu/ botol, dan Kopi Pletok 5 – 10 ribu/ gelas

Es Selendang Mayang

Selendang mayang dibuat dari adonan tepung aren dan hunkwe (dengan perbandingan satu kilo tepung aren : satu bungkus hunkwe), yang direbus sambil diaduk selama satu jam. Adonan ini diberi pewarna makanan supaya tampilannya lebih menarik, tapi tidak diberi gula. Kalau mau dimakan, selendang mayang dipotong kecil-kecil, baru ditambah gula aren, sedikit kuah santan, dan potongan es batu. Seporsi es selendang mayang cukup ditebus dengan duit 10 – 15 ribu saja. Segeeerrrr….

Selain makanan dan minuma tadi, di Setu Babakan ada juga kuliner khas Betawi lain yang lebih mainstream, kayak Soto Betawi, Kerak Telor, Es Potong, dan Ketoprak. Jadi, kalau mau wisata kuliner di Setu Babakan, pilihannya banyak banget. Dan pastinya, tidak akan menguras dompet!

author
Author: 
    No related post!

    Leave a reply "Wisata Kuliner di Setu Babakan, Makan Apa Yaaaa…?"